 | Subject: Mengenal : Se7en Energy Intelligence (SEI) Menurut hemat kami, dalam alam semesta ini ada 7 level kecerdasan energi. Pertama Kecerdasan Wahyu (KW); kedua Kecerdasan Ruh (KR); ketiga Kecerdasan Alam Semesta (KAS); keempat Kecerdasan Pikiran Bawah Sadar atau Keceradasan Fuad (KF); kelima kecerdasan Critical Area atau KEcerdasan Qolbu (KQ); keenam Kecerdasan Pikiran Sadar atau Kecerdasan Shodr (KS); dan ketujuh Kecerdasan Ego atau Kecerdasan Lahwu (KL). Ketujuh kecerdasan ini berpotensi dimiliki oleh manusia.
Manusia yang paling bertaqwa maka ia diberikan anugerah kecerdasan Wahyui oleh Allah Subhaanahuu wa ta'aalaa, sedangkan manusia yang paling kafir (ingkar) diberikan Kecerdasan Lahwu oleh Allah Subhaanahuu wa ta'aalaa, yakni sebuah kecerdasan yang SAMA atau LEBIH BURUK dari kecerdasan yang dimiliki oleh binatang ternak. Nah Sahabat SEI, Kira-kira dimanakah kecerdasan Anda hari ini berada? Mari kita selidiki...
Pertama, apa yang dimaksud dengan Kecerdasan Wahyu (KW)? Secara sederhana, KW ini adalah ketika seorang hamba tidak lagi sedikitpun menuntut sesuatu dari Tuhannya kecuali hanya Ridho dari-Nya. Dia tidak lagi bermain di titik hasrat dan keinginan dunia. Ia pun tidak bermain di pikiran sadar (Shodr) ataupun pikiran bawah sadar (Fuad-Bathin). Ia pun sangat jarang menggunakan teknik alam semesta (sunnatullah-KAS) untuk berdekat-dekatan dengan Allah Subhaanahuu wa ta'aalaa atau untuk memenuhi berbagai hasratnya yang tersembunyi. Ia hanya membutuhkan Allah, dan ia mampu bertemu dengan Allah Subhaanahuu wa ta'aalaa dalam masa hidupnya. Dan keberadaan KW ini telah dipraktekkan oleh Para Nabi, special for Nabi Muhammad Shollallaahu 'alaihi wa sallam ketika peristiwa Isro' Mi'raj-nya.
Kedua, apa yang dimaksud dengan Kecerdasan Ruh? Kecerdasan Ruh adalah Kecerdasan Wahyu yang diberikan kepada manusia selain para Nabi Khusus dan Rasulullah Shollallaahu 'alaihi wa sallam. Tepatnya Wahyu disini lebih merupakan Ilham dariNya. Kecerdasan Ruh bisa diberikan kepada wali-wali-Nya atau diberikan kepada orang-orang yang beriman yang mencintai amalan-amalan yang sunnah karena Allah Subhaanahuu wa ta'aalaa. Perhatikan Hadits berikut :
"Dari Abu Hurairah radhiAllohu 'anhu ia berkata: telah bersabda Rasulullah shalalahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya Allah telah berfirman: Barangsiapa yang memusuhi Waliku maka sesungguhnya Aku telah menyatakan perang kepadanya, dan tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan senantiasa seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya jadilah aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, dan sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta (sesuatu) kepada-Ku pasti Aku akan memberinya, dan jika ia memohon perlindungan dari-Ku pasti Aku akan melindunginya". (Hadist Qudsi Riwayat Imam Bukhori)
Inilah sebuah kecerdasan yang langsung "ditiupkan" oleh Allah Subhaanahuu wa ta'aalaa kepada para hamba-Nya yang beriman mantap. Dan Kecerdasan ini tak mungkin didapat oleh orang yang sekedar ahli fikir dan ahli metafisik tanpa pernah mengikuti jejak Rasulullah Shollallaahu 'alaihi wa sallam yang telah memberikan berbagai contoh amalan wajib dan sunnah. Kecerdasan Ruh ini tidak mungkin diberikan oleh Allah kepada orang yang ahli meditasi tapi tidak mencintai amalan-amalan sunnah. Pun termasuk bukan sekedar melaksanakan amalan-amalan sunnah tapi hingga mencintai amalan-amalan sunnah yang ia kerjakan itu karena Allah Subhaanahuu wa ta'aalaa.
Ketiga, apa yang dimaksud dengan Kecerdasan Alam Semesta (KAS)? Kecerdasan Alam Semesta ini berpijak pada konsep Sunnatullah dimana hukum-hukum alam yang universal berlaku untuk semua individu yang ada di alam semesta ini. Bagi siapa pun yang dapat memahami rahasia hukum alam ini, maka insya Allah hidupnya akan mencapai kesuksesan di dunia. Contoh penggunaan hukum alam adalah pada Hukum Kekekalan Energi (HKE), yang menghasilkan istilah Epos (Energi Positif) dan Eneg (Energi Negatif). Untuk masalah hukum alam ini, Anda dapat membacanya lebih lanjut di buku "Kubik Leadership", "Quantum Ikhlas", "Spiritual Sinergi Semesta", "The Secret" atau yang lainnya.
Keempat, apa yang dimaksud dengan Kecerdasan Fuad (KF)? KF adalah kecerdasan yang lahir melalui pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar adalah gudang informasi yang tersusun secara otomatis rapi sebagai karunia-Nya yang mana informasi ini berasal dari lingkungannya. Pikiran bawah sadar kita memiliki kekuatan yang luar biasa (padahal sih biasa-biasa saja dihadapan Allah), karena ia mampu menampung semua informasi, kenangan dan memori yang pernah diserapnya sejak lahir hingga hari ini. Ketika pikiran sadar telah melupakan kenangan itu, tapi pikiran bawah sadar masih mampu mengingatnya dan mengenangnya. Maka saya suka menyebut pikiran bawah sadar ini sebagai "gudang kenangan". Ketika Anda tidur dan Anda bermimpi, maka kemungkinan besar mimpi itu berasal dari kenangan yang timbul kembali melalui pikiran bawah sadar Anda. Kenangan ini bisa menjadi penolong tapi lebih sering menjadi perusak. Mengapa demikian? Karena kenangan yang dominan mudah muncul melalui pikiran bawah sadar adalah kenangan yang berisi emosi yang tinggi, dan biasanya emosi yang tinggi identik dengan emosi negatif, sehingga orang yang menggunakan kecerdasan bawah sadar akan mudah terperangkap dengan berbagai emosi negatif lainnya. Sebetulnya, yang Anda butuhkan adalah kenangan yang beremosi rendah, atau kalau perlu kenangan yang beremosi netral, tidak menyakitkan dan tidak pula membanggakan, sehingga keputusan yang Anda ambil kelak akan lebih mudah berada dalam bimbingan-Nya.
Kelima, apakah yang dimaksud dengan Kecerdasan Qolbu (KQ)? KQ atau juga sering disebut sebagai SAR (Sistem Aktivasi Retikular) atau Critacal Factor atau Critical Area, adalah sebuah pintu masuknya informasi baru dari pikiran sadar (Shodr) menuju pikiran bawah sadar (Fuad), atau masuknya informasi lama (kenangan) dari pikiran bawah sadar menuju pikiran sadar. Jika pintunya terbuka maka akan mudah masuknya, dan jika pintunya tertutup maka akan susah masuknya. Dan terbuka atau tertutupnya pintu SAR sangat tergantung dari rasa keberterimaan atau rasa berserah dari jiwa orang yang diamanahi SAR tersebut. Allah Subhaanahuu wa ta'aalaa adalah Zat yang paling berhak membuka dan menutup pintu SAR. Jika seorang hamba berserah pada Allah Subhaanahuu wa ta'aalaa sepenuhnya, maka pintu SARnya akan dibuka-tutupkan oleh Allah sesuai dengan keperluan. SAR yang selalu tertutup ibarat kita memiliki Qolbu yang mati, dan SAR yang selalu terbuka pun akan membuat hidup kita menjadi tidak memiliki pendirian yang jelas, hilanglah ketegasan. Itu sebabnya, kecerdasan Critical Area ini sangat bergantung dari tingkat keberserahan diri seseorang dan kepada siapa dia menyerahkan dirinya, dengan kata lain, kepada siapakah dia ber-Tuhan.
Keenam, apakah yang dimaksud dengan Kecerdasan Shodr (KS)? Kecerdasan Pikiran Sadar adalah kecerdasan manusia ketika menggunakan otaknya secara lebih utuh dengan memarjinalkan fungsi hatinya atau bawah sadarnya. Kecerdasan pikiran sadar identik dengan kecerdasan logika dan sinergis dengan Kinerja Otak Kiri. Pikiran sadar ini memang kadang agak lancang, hampir saja ia mengambil alih semua keputusan yang ada dari setiap masalah. Pikiran sadar ibarat striker dalam tim sepak bola. Pikiran sadar mengambil keputusan akhir dari semua informasi yang diterimanya. Namun demikian, sebagai striker, dia sering mengalami stress jika tidak ditopang oleh suplai bola informasi yang tepat. Dia seringkali gagal mencetak gol, padahal kesempatannya begitu banyak. Dia bingung harus berada di posisi yang mana agar ia pas positioning-nya tatkala menerima umpan, sehingga ia cukup tinggal bergerak sedikit saja untuk menggolkan bola ke jala gawang lawan. Pikiran sadar yang berprofesi sebagai striker tunggal ini, seringkali turun ke belakang untuk menjemput bola. Alih-alih mencetak gol, eh dia malah merecoki pikiran bawah sadar. Wah, tidak mudah ya. Itu sebabnya, kecerdasan pikiran sadar ini sangatlah minimal jika tidak ditopang oleh berbagai kecerdasan yang ada di belakangnya, tapi yang mengherankan adalah ia begitu mudah untuk sombong ketika berhasil mencetak gol, walaupun baru satu gol saja. "Untung ada saya", begitu katanya.
Ketujuh, apakah yang dimaksud dengan Kecerdasan Lahwu (KL)? Lhawu artinya "permainan" atau "senda gurau". Di dalam Al-Quran dijelaskan bahwa "Sesungguhnya Kehidupan ini hanyalah Permainan dan Senda Gurau". Dan hari ini tidak sedikit yang "terjebak" pada kondisi Lahwu ini.
KL adalah kecerdasan level terendah bahkan bisa lebih rendah dari kecerdasan binatang ternak. Kecerdasan Lahwu hadir ketika ia sudah mulai mengabaikan kecerdasan tertinggi, yakni Kecerdasan Wahyu hingga Kecerdasan Shodr. Ia hanya berimam kepada hawa nafsunya yang disupiri oleh iblis laknatullah.
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka Itulah orang-orang yang lalai." (Q.S. 7:179)
Wallahu a'lam TCH
IKUTI : training SEI (Se7en Energy Intelligence), insya Allah 5 Juni 2011, di Hotel Pangrango Bogor. Info lengkap silakan cek di http://www.facebook.com/l/1dfb66V0c9_mqEr-VV3EbIu4fXw/www.cahaya-semesta.com |
0 komentar:
Posting Komentar